Showing posts with label ceramah. Show all posts

4 Golongan Manusia Yang Dirindukan Syurga

4 Golongan Manusia Yang Dirindukan Syurga
4 Golongan Manusia Yang Dirindukan Syurga | Setiap manusia tentu saja mengharapkan yang namanya kebahagiaan, terutama kebahagiaan yang hakiki, yaitu kebahagiaan yang tidak hanya di dunia ini saja akan tetapi kebahgiaan yang abadi di alam akhirat kelak.

Kebahagiaan yang hakiki tersebut hanya dapat diraih apabila kita selalu taat kepada Allah SWT dan Rosulullah SAW. Balasan dari ketaatan tersebut adalah mendapatkan kehidupan yang penuh nikmat yaitu SyurgaNYa Allah SWT, sehingga kita dituntut untuk meraihnya.


Sebagaimana hadist Rasulullah SAW, ada 4 golongan manusia yang dirindukan syurga;

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَا لِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ .رواه أبوداود والترمذي عن ابن عباس

1. Orang Yang Rajin Membaca Al Qur'an

Membaca Al Qur'an adalah salah satu amalan yang paling utama, karena Rosulullah SAW pernah bersabda; "Setiap huruf Al Qur'an yang kita baca membawa pahala tersendiri, selain itu juga dikatakan bahwa nanti Al Qur'an akan datang sebagai saksi amal kita di Yaumul Hisab. Selain membaca tentu juga mempelajari isinya dan mengamalkannya merupakan hal yang harus di lakukan oleh setiap pribadi muslim.

2. Orang Yang Selalu Menjaga Lisannya

Lisan merupakan salah satu indra kita yang bisa mendatangkan kebaikan dan sekaligus keburukan. Dengan selalu menjaga agar lisan kita hanya mengatakan hal-hal yang baik, digunakan untuk membaca Al Qur'an untuk memujiNya, untuk berdoa kepadaNya, untuk memberi nasehat yang bernanfaat kepada orang lain, Insya Allah kita akan termasuk kedalam golongan orang yang dirindukan oleh surga.

3. Orang Yang Memberi Makan Kepada Orang Lain Yang Kelaparan

Ini juga merupakan salah satu amalan yang utama, karena pertolongan Allah SWT akan datang kepada hamba yang memberi pertolongan kepada saudaranya yang membutuhkan pertolongan.

4. Orang Yan Berpuasa Di Bulan Ramadhan.

Berpuasa dibulan Ramadhan adalah salah satu ibadah utama bahkan merupakan salah satu Rukun Islam.

Berpuasa bukan hanya menahan tidak makan dan minum saja, melainkan juga menjaga panca indera kita dari melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah SWT.
Bahkan tidak hanya itu saja, berpuasa juga menuntut kita untuk meninggalkan perkataan dan perbuatan yang sia-sia. Insyallah jika kita berpuasa pada bulan Ramadhan sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulllah SAW, maka derajat Taqwa akan kita perolah yang balasannya tentu saja Surga Allah SWT.

Itulah 4 golongan manusia yan dirindukan surgaNYa Allah SWT, mari kita berlomba-lomba untuk meraihnya dan menjadi orang-orang yang selalu dirindukan surga tersebut karena kehidupan dan kebahagiaan yang sejati adalah di alam akhirat bukan di dunia yang sementara ini.

***

3 Kunci Pembuka Pintu Surga

Materi Dakwah Pilihan | Setiap orang yang mengaku muslim pasti kepingin yang namanya masuk kedalam Surga. Oleh karena itu, ada tiga kunci pembuka Surga yang harus kita miliki sebagaimana dalam hadits Rasul. 
Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda;

"Barangsiapa yang ridha kepada Alah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya dan Muhammad sebagai Rasul-Nya, maka wajib baginya Surga." (HR. Muslim)

Dari uraian hadits diatas, maka dapat kita simpulkan, bahwa ada tiga kunci pembuka Surga

yang harus kita miliki untuk bisa masuk ke dalam Surga. Adapun ketiga kunci tersebut adalah sebagai berikut;


1. Ridha Kepada Allah SWT Sebagai Tuhan

Hal ini membuat seorang muslim menyesuaikan diri terhadap ketentuan Allah SWT, dia hanya mau melakukan sesuatu bila dikehendaki-Nya. Allah SWT berfirman,

"Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali apabila dikehendaki oleh Allah. Sngguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana." (Qs. Al Insaan [76]: 30)

2. Ridha Kepada Islam Sebagai Agama

Maka hal ini akan membuat seseorang bangga sebagai muslim. Dalam hala ini Allah ST berfirman;

"Dan barangsiapa yang mencari agama selain Islam, dia tyidak akan diterima, dan di Akhirat dia termasuk orang yang rugi." (Qs. Al Imran [3]: 85)

3. Ridha Kepada Muhammad SAW Sebagai Nabi Dan Rasul

Hal ini akan membuat kita selalu berusaha untuk meneladaninya dalam berbagai aspek kehidupan. Allah SWT berfirman;

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasululah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahamat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (Qs. Al-Ahzaab [33]: 21)

Manakala kita sudah ridha kepada ketiga hal tersebut diatas, maka kita bisa merasakan buah manisnya iman. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW;

"Kelezatan iman dirasakan oleh orang yang ridha kepada Allah sebagai Tuhannya, Islam sebagai agamanya, dan Muhammad sebagai Nabi dan Rasul-Nya, wajib baginya surga." (HR. Muslim)


***

PS: Jika Antum suka atau merasa bahwa artikel ini bermanfaat, tolong di SHARE melalui tombol Social Media (Faacebook, Twitter, Google+) yang telah kami sediakan.

Tidak lupa, Antum juga bisa memberikan komentar atau pertanyaan seputar Materi Dakwah Pilihan dibagian komentar berikut ini. Ana selalu menyempatkan untuk membaca setiap komentar dan menjawab pertanyaan yang masuk. 

Kedua hal tersebut, akan membantu Ana, agar mengetahui topik apa yang bermanfaat dan berguna bagi Antum, sehingga Ana bisa mencari lagi artikel yang berguna  lebih banyak lagi. Terima kasih :) 


7 Ciri Orang Mu'min Yang Beruntung

7 Ciri Orang Mu'min Yang Beruntung
Materi Dakwah Pilihan | Sebagai seorang mu'min, tentu saja kita ingin menjadi seorang mu'min yang paling beruntung baik itu di dunia maupun di akhirat, namun hal ini tidaklah bersifat prktis dan otomatis. Oleh karena itu, kita harus berusaha, berjuang semaksimal mungkin untuk memperolehnya. Maka, dalam hal ini Allah SWT berfirman;

"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman."  (QS. Al Mu'minuun: 1)

Seorang Mu'min yang beruntung adalah orang yang memiliki minimal tujuh sifat atau tujuh ciri sebagaimana yang disebutkan di dalam Al Qurán ayat berikutnya dari surah Al- Mu'minuun, yaitu sebagai berikut.

1. Khusyu Di Dalam Shalatnya

Khusyu di dalam shalatnya, yakni shalat yang disertai rasa takut kepada Allahy dan dia yakin akan berjumpa dengan Allahsehingga shalatnya dilaksanakan dengan penuh konsentrasi dan membekas dalam kehidupan sesudah shalatnya. Allah SWT berfirman,

"(yaitu) orang yang khusyu di dalam shalatnya." (Qs. Al-Mu'minuun : 2)

2. Menjauhkan Diri Dari Kesia-siaan

Menjauhkan dari segala bentuk kesia-sian, baik itu di dalam bentuk perkataan maupun perbuatan. Hal ini membuat ia menjadi manusia yang bisa memberi manfaat di dalam kebaikan. Allah SWT berfirman,

"Dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidswak berguna."    ( Qs. Al Mu'minun : 3)

3. Menunaikan Zakat 

Menunaikan zakat sehingga hartanya bersih dari segala kemungkinan yang haram dan hatinya juga bersih dari sifat-sifat yang tercela dlam kaitan dengan harta seperti kikir, terlalu cinta harta, dan lain-lain, Allah SWT berfirman,

"Dan orang yang menunaikan zakat". (Qs. Al Mu'minun:4)

4. Menghindari Perbuatan Zina

Menjaga kemaluannya sehingga terhindar dari perbuatan zina. Oleh karena itu, menyalurkan keinginan seksualnya hanya dilampiaskan kepada orang yang telah dihalalkan oleh agama. Dalam hal ini Allah SWT berfirman:

"Dan orang yang memelihara kemaluannya, kecuali tehadap isteri-isteri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. Tetapi barangsiapa yang mencari dibalik itu (zina dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas." (Qs. Al Mu'minuun: 5-7)


5. Memelihara Amanat

Harus bisa memelihara amanat yang diberikan kepadanya dan diapun harus mampu mempertangggungjawabkan amanatnya. Allah SWT berfirman:

"Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya." (Qs. Al Mu'minuun : 8)

6. Menepati Janji

Menepati janji apabila dia berjanji, baik itu berupa janji kepada Allah maupun janji kepada manusia. Sebagaimana firman Allah SWT di  surat Al Mu'minuun ayat 8 di atas.

7. Memelihara Shalat

Dan yang terakhir atau yang ketujuh ciri orang mu'min yang beruntung adalah orang yang mampu memelihara atau menjaga shalatnya, sehingga dia selalu menunaikan shalat dengan sebaik-baiknya sebagaimana yang telah diwajibkan kepadanya. Dn dari shalat yang ditunaikan dengan baik itulah, akan lahir dsri dirinya kepribadian yang shaleh. Sebagaimana firman Allah SWT berikutnya;

"serta orang yang memelihara shalatnya". (Qs. Al Mu'minuun : 9)

Demikianlah, 7 ciri sifat orang mu'min yang akan mendapatkan keberuntungan dalam kehidupannya baik itu di dunia maupun di akhirat kelak, sehingga dia akan mewarisi surga,  yaitu surga Firdaus, sebagaina firman Nya:

"Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi,(yakni) yang akan mewarisi (surga) Fidaus, mereka kekal di dalamnya". ( Qs. Al Mu'minuun : 10-11)

6 Orang Yang Paling Tersiksa Kehidupnya di Akhirat

"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya." (QS. Al Israa': 36)
Materi Dakwah Pilihan | Pada dasarnya Allah swt, itu cinta kepada makhluk ciptannya yaitu  manusia, namun sikap dan tingkah lakunya yang tidak benar yang tidak mau diatur oleh Allah, sehingga membuat Allah swt. menjadi murka kepada mereka, dan mereka pun akhirnya akan menerima siksa yang sangat berat karena ulahnya sendiri.

Di dalam sebuah hadits Nabi Muhammad saw, terdapat enam kelompok umat manusia yang paling tersiksa dalam kehidupannya di akhirat kelak.

3 Orang Yang Tidak Diperhatikan Oleh Allah

"Tiga golongan, Allah tidak berkata kepada mereka di hari Kiamat dan tiada membersihkan mereka;  yaitu orang tua yang berzina, raja yang bohong dan orang miskin yang sombong."(HR. Muslim)
Materi Dakwah Pilihan | Pada dasarnya, Allah SWT itu cinta kepada manusia. Namun apabila manusia itu memiliki sifat dan perbuatan yang tidak benar, maka Allah SWT akan membencinya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW beliau bersabda:

"Tiga golongan, Allah tidak berkata kepada mereka di hari Kiamat dan tiada membersihkan mereka;  yaitu orang tua yang berzina, raja yang sombong dan orang miskin yang sombong."(HR. Muslim)

Maka berdsarkan hadits diatas, ada tiga kelompok atau tiga golongan manusia yang di benci Allah sehingga Allah tidak berkata kepada mereka dan tidak mau membersihkan dosanya. Adapun tiga kelompok manusia tersebut adalah sebagai berikut:

1. Orang Tua Yang Berzina


Zina merupakan perbuatan yang sangat tercela sehingga hukumannya pun sangat berat yang membuatnya harus dijauhi oleh siapapun. Orang muda saja dilarang mendekati zina apalagi orang tua. Allah SWT berfirman:

"Dan janganlah kamu mendekati zina, (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk." ( Qs. Al Israa': 32)

2. Raja Yang Sombong

Kesombongan adalah sesuatu yang sangat dibenci oleh Allah SWT, apalagi bila yang sombong itu penguasa atau raja. Karena pemimpin seharusnya rendah hati agar dia bisa melayani orang yang dipimpinnya. Dalam hal ini Rasulullah SAW besabda,

"Pemimpin kaum adalah pengabdi (pelayan) bagi mereka." (HR. Abu Na'ím)

3. Orang Miskin Yang Sombong

Kekayaan adalah sesuatu yang harus disyukuri. Oleh karena itu, jangan sampai orang kaya menjadi sombong dengan sebab kekayaannya itu. Baca juga: 3 Orang Pertama Yang Masuk Neraka

Bila orang kaya saja sudah tidak pantas dan tidak boleh sombong, apalagi orang miskin, maka dia tetap berpenampilan atau bergaya hidup sebagaimanan layaknya orang kaya. Rasulullah SAW bersabda,

"Barangsiapa yang membanggakan dirinya sendiri dan berjalan dengan angkuh, maka dia akan menghadap Allah dan Allah murka kepadanya." (HR. Ahmad)

***
PS: Jika Antum suka atau merasa bahwa artikel ini bermanfaat, tolong di SHARE melalui tombol Social Media (Faacebook, Twitter, Google+, dan Pinterest) yang telah kami sediakan. 
Tidak lupa!, Antum juga bisa memberikan komentar atau pertanyaan seputar Materi Dakwah Pilihan dibagian komentar berikut ini. Ana selalu menyempatkan untuk membaca setiap komentar dan menjawab pertanyaan yang masuk.  
Kedua hal tersebut, akan membantu Ana, agar megetahui topik apa yang bermanfaat dan berguna bagi antum, sehingga Ana bisa mencari lagi artikel yang berguna  lebih banyak lagi. Terima kasih :) 

2 Orang Yang Shalatnya Tidak Akan Diterima

Ada dua orang kelak yang tidak akan diterima shalatnya oleh Allah Swt
Materi Dakwah Pilihan | Setiap kali kita akan mendirikan atau melaksanakan shalat, tentunya kita ingin agar ibadah atau shalat kita itu diterima oleh Allah SWT, namun ada orang yang tidak diterima shalatnya. Di dalam sebuah hadits Rasulullah SAW bersabda:

"Dua orang yang shalat mereka tidak

Mari Ajaklah Seluruh Keluarga Untuk Mengintip Malam Lailatul Qadr

Materi Dakwah Pilihan | "Amboi...!, Tidak terasa waktu begitu cepatnya  berlalu, kita telah berada di penghujung bulan Ramadhan. Kelelahan fisik yang mendera kita, sepertinya  sirna oleh semangat kita untuk memetik pahala Taqwa di bulan yang penuh dengan rahmat, maghfirah serta ampunan ini. Begitu cepatnya bulan suci

Orang Yang Selalu Merindukan Surga

Materi Dakwah Pilihan | Pertama-tama, marilah kita tingkatkan kualitas  iman dan taqwa kita  kepada  Allah SWT dengan senantiasa  berupaya  secara maksimal melaksanakan segala perintah-perintah-Nya. Dan pada waktu yang sama pula kita  dituntut untuk  meninggalkan apa-apa saja  larangan Allah  yang termaktub dalam Al-Qur’an dan juga  Sunnah  Rasul SAW. Maka  hanya  dengan  cara itulah, ketaqwaan kita akan mengalami peningkatan dan perbaikan.

Shalawat beriring salam semoga senantiasa di limpah-curahkan atas Baginda Nabi akhir zaman. Rasulullah Muhamma Shallallahu'alahi wasallam. Putra padang pasir yang mengubah wajah dunia membimbing umat manusia dengan wahyu dan akhlak mulia. Keteladanan yang tiada duanya.

“Wa innaka la’alaa khuluqin ‘azhiim”, dan sesungguhnya engkau benar-benar berbudi pekerti yang agung, demikian pujian Sang Pencipta kepada makhluk termulia yang pernah diciptakan-Nya.
أعوذ بالله من الشيطان الرجيم
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ  #   يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat atas Nabi (Muhammad Saw). Wahai orang-orang beriman, ucapkan shalawat dan salam atas Nabi (Muhammad) Saw.” (QS. Al-Ahzab [33] : 56)
Kaum muslimin rahimakumullah...
Setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah, beriman kepada Rasulullah dan beriman kepada hari akhir, pasti merindukan yang namanya surga. Ia merindukan surga bukan karena sudah merasa bosan hidup di dunia ini, atau karena ia sudah tidak tahan lagi  menghadapi kesulitan hidup di dunia ini. Akan tetapi, karena ia memahami dan meyakini betul, bahwa kehidupan yang hakiki dan abadi hanyalah kehidupan di alam surga.
Sebanyak apapun uang yang dimilikinya dan setinggi apapun pangkat dan jabatan yang disandangnya semasa hidup di dunia ini, tetap saja tidak dapat ia nikmati semuanya. Yang ia nikmati sebenarnya, tidak lebih dari apa yang telah ia makan dan ia pakai di dalam kesehariannya.
Uang yang melimpah di dalam rekeningnya, tanah dan kebun yang luas yang dimilikinya, rumah yang besar dan mewah yang dibelinya, kendaraan yang mahal yang diperolehnya, tetap saja hanya sebagai tumpukan-tumpukan harta yang secara formal memang adalah miliknya, namun ia tidak bisa menikmati semuanya, apalagi pada saat ia sakit atau sedang menghadapi sakaratul maut. Semuanya hanyalah bayang-bayang atau kepemilikan semu belaka. Hal inilah yang diperingatkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an sebagaimana firman-Nya :
زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآَبِ
“Dihiaskan kepada manusia kecintaan syahawat berupa wanita, anak-anak, harta benda dari emas dan perak, dan kuda-kuda yang ditambatkan, dan binatang ternak, dan kebun. Semua itu hanya kenikmatan dunia semata, sedangkan di sisi Allah tempat kembali yang baik”. (QS. Ali Imran [3] : 14)

Seperti apakah orang yang merindukan surga itu...? Maka dapat kita lihat pada generasi Islam pertama; yaitu para sahabat Rasul SAW yang mulia, yaitu generasi terbaik yang pernah Allah lahirkan ke atas dunia ini. Setelah mereka masuk Islam, life style (gaya hidup) mereka, benar-benar berubah dari life style yang menjadi trend dan berkembang dalam masyarakat jahiliyah pada saat itu, menjadi life style generasi yang merindukan surga.

Semua pencapaian duniawi yang pernah mereka raih, baik sebelum masuk Islam maupun setelah masuk Islam, bukan lagi dianggap sebagai standar keberhasilan bagi mereka. Siapa yang tidak kenal dengan Siti Khadijah, Abu Bakar Siddiq, Umar bin Khattab, Ustman bin Affan, Ali bin Abu Thalib, Abdurrahman Bin Auf dan seterusnya?

Rasululllah SAW benar-benar berhasil mencetak mereka menjadi generasi akhirat dan pribadi-pribadi yang mencintai akhirat, meletakkan dunia ini di telapak tangan mereka dan merindukan surga, melebihi dari kerinduan mereka kepada ana-anaknya, kepada istri-istrinya, kepada hartanya, kepada kampung halamannya, serta tempat kelahirannya.

Bukti rindunya mereka kepada surga, Allah memberikan kepada mereka stempel “radhiyallahu ‘anhum” (Allah telah meridhoi mereka), padahal mereka pada waktu itu masih hidup. Tidak ada di balik keridhaan Allah itu melainkan surga, seperti yang difirmankan-Nya :
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
“Dan orang-orang yang terdahulu (generasi pertama Islam) dari kalangan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik. Allah telah meridhai mereka dan merekapun ridha kepada-Nya, dan Dia (Allah) telah menyiapkan bagi mereka surga yang mengalir di bawahnya bermacam-macam sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Demikian itu adalah kesuksesan yang amat agung (tanpa batas)”. (QS. At-Taubah [9] : 100)

Demikianlah orang-orang yang beriman. Ia sama sekali tidak tertipu oleh betapapun gemerlapnya dunia dan sebesar apapun dunia datang menghampirinya. Pandangannya terfokus hanya kepada surga. Kerinduannya yang mendalam kepada surga bersemi di dalam lubuk hati dan jantungya.
Di matanya, dunia dengan segala fasilitas hidup yang Allah anugerahkan kepadanya dan betapapun banyaknya harta, tidak lebih dari modal yang ia gunakan semuanya untuk membeli tiket ke surga.
Mereka bersegera dan berlomba-lomba meraih tiket tersebut dengan mengerahkan segala potensi yang Allah berikan kepadanya seperti, ilmu, harta, pemikiran, tenaga dan bahkan nyawanya sekalipun.
Pikiran dan perasaannya tertuju hanya kepada sebuah kehidupan yang hakiki nan penuh kebahagiaan, yaitu kehidupan di alam surga. Tidak sedetik pun waktu, ilmu, harta dan tenaga yang ia sia-siakan. Semuanya ia curahkan untuk mengejar kehidupan surga. Persis seperti yang Allah jelaskan dalam Al-Qur’an :
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ (133) الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ (134) وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ (135) أُولَئِكَ جَزَاؤُهُمْ مَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَجَنَّاتٌ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَنِعْمَ أَجْرُ الْعَامِلِينَ (136)
133 - “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhan Penciptamu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,

134 - “(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun diwaktu sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

135 - “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan dosa atau menganiaya diri sendiri, mereka segera ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

136 - “Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal”. (QS. Ali Imran [3] : 133–136)

Kaum Muslimin Rahimakumullah…
Itulah di antara karakter dan sifat orang-orang Mukmin yang merindukan surga, sehingga kita melihatnya sebagai orang yang sangat sibuk beramal shaleh dan memperbaiki keimanan dan akhlaknya. Tidak ada satu detikpun waktunya yang terbuang percuma.
Tidak satu ucapan pun yang keluar dari mulutnya yang sia-sia, apalagi yg bernilai dosa. Tidak ada satu senpun uang yang ia peroleh kecuali ia belanjakan di jalan Allah dan untuk hal yg bermanfaat bagi dirinya, bagi keluargnya dan masyarakatnya, bukan untuk ditumpuk-tumpuk dalam rekeningnya. Semua potensi yang Allah anugerahkan kepadanya ia arahkan untuk kepentingan akhiratnya demi mencapai surga yang ia rindukan.
Kaum Muslimin Rahimakumullah…
Maka, untuk sampai kepada pribadi-pribadi yang merindukan surga, ada beberapa hal yang harus tertanam dalam diri kita dan menjadi habit (kebiasaan) dalam kehidupan sehari-hari kita.
1. Meyakini akhirat itu dan sifatnya yg  kekal selama-lamanya.
Di sana hanya ada dua tempat kehidupan; surga atau nereka. surga yg memiliki kenikmatan yang tidak pernah ada tandingannya di dunia. Ia hanya diberikan kepada orang-orang yang bertakwa kepada Allah, sebagaimana Allah firmankan :
وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhan Penciptamu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (QS. Ali-Imran [3] : 133)
Sedangkan neraka dengan segala macam azab dan siksaannya adalah tempat tinggal bagi orang-orang yang durhaka dan yg membangkang kepada Allah dan para Rasul-Nya, sebagaimana firman-Nya :
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
Sesungguhnya orang-orang yang kafir yakni ahli Kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS. Al-Bayyinah [98]: 6)

2. Mengenal dan memahami sifat-sifat surga dan neraka.
Mengenal dan memahami sifat-sifat surga, maka  akan mendorong kita bekerja keras untuk mencapainya. Apapun pengorbanan dan berapapun biaya untuk sampai ke sana, pasti dengan ringan dapat kita laksanakan. Hal ini digambarkan Allah dalam firman-Nya :
إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ
Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.
يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ وَالْقُرْآَنِ
Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran.
وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ فَاسْتَبْشِرُوا بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. (QS. At-Taubah [9] : 111)

Demikian pula, pengetahuan kita yang lengkap dan mendalam terhadap neraka, mendorong kita untuk menghindarinya dg sekuat tenaga, sebagaimana firman-Nya :
رِجَالٌ لَا تُلْهِيهِمْ تِجَارَةٌ وَلَا بَيْعٌ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ يَخَافُونَ يَوْمًا تَتَقَلَّبُ فِيهِ الْقُلُوبُ وَالْأَبْصَارُ (37)
Laki-laki (orang-orang) yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang (terbelalak). (QS. An-Nur [24] : 37)

3. Mengenal dan memahami betapa remeh, betapa singkat dan kerdilnya dunia ini.
Seringkali kita terkecoh oleh dunia dengan berbagai kesenangannya. Hal tersebut dapat dilihat hampir semua konsentrasi baik itu pikiran, tenaga dan waktu kita berikan untuk meraihnya. Padahal sebanyak apapun penghasilan duniawi kita, tidak akan bisa dibandingkan dengan janji kebaikan yang akan Allah berikan kepada kita di surga kelak.

Apalagi faktanya, semua yang kita raih itu tidak bisa kita nikmati semuanya, kecuali hanya sebagian kecil saja. Dan celakanya lagi, bila keinginan-keinginan duniawi kita itu menyebabkan kita menjadi gelap mata, sehingga tidak mempedulikan lagi mana yg halal dan mana yg haram. Maka musibah dan bencana pun pasti akan mengintai kita.

Oleh karena itu, Allah SWT dan Rasul-Nya, selalu mengingatkan kita, agar kita tidak tertipu oleh dunia yang tidak seberapa dibandingkan dengan kenikmatan akhirat yang dijanjikan Allah kepada kita.
Kalaupun dunia Allah bentangkan kepada kita semuanya, haruslah kita jadikan sebagi biaya pembelian tiket kita ke surga. Bukan hanya dunia atau harta saja, bahkan nyawa kita sebagai anugerah dari Allah, harus siap kita korbankan di jalan Allah demi meraih surga yang dijanjikan-Nya. Allah menjelaskan :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَى تِجَارَةٍ تُنْجِيكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ (10)
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih?
تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (11)
(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
يَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَيُدْخِلْكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ وَمَسَاكِنَ طَيِّبَةً فِي جَنَّاتِ عَدْنٍ ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (12)
Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar’’.(QS. Ash-Shaf [61] : 10–12)

Kaum Muslimin rahimakumullah….
Semoga Allah memelihara iman kita dan menjadikan iman kita ini iman yang melahirkan kerinduan kepada surga dan iman yang hidup dan mampu menggerakkan semua potensi diri dan harta yang Allah anugerahkan kepada kita untuk surga-Nya. Dialah tempat kita meminta dan Dia jualah tempat kita memohon perlindungan.

Semoga Allah berkenan menghimpunkan kita di surga Al-Firdaus Al-A’la yaitu surga yang paling tinggi bersama Rasulullah SAW, para shiddiqin, para syuhada’ dan shalihin, sebagaimana Allah telah menghimpunkan kita di tempat yang mulia ini. Allahumma amin…

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات و الذكر الحكيم أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم إنه تعالى جواد كريم ملك رؤوف رحيم إنه هو السميع العليم ……

***
PS: Jika sobat suka atau merasa bahwa artikel ini bermanfaat, tolong di SHARE melalui tombol Social Media (Faacebook, Twitter, Google+, dan Pinterest) yang telah kami sediakan.

Tidak lupa, Sobat juga bisa memberikan komentar atau pertanyaan seputar Materi Dakwah Pilihan dibagian komentar berikut ini. Saya selalu menyempatkan untuk membaca setiap komentar dan menjawab pertanyaan yang masuk. 
Kedua hal tersebut, akan membantu saya tahu topik apa yang bermanfaat dan berguna bagi sobat sehingga saya bisa mencari lagi informasi yang bermanfaat lebih banyak lagi. Terima kasih  :) 

Banyak Umat Islam Kurang Memahami Kemuliaan Hari Jumát


Materi Dakwah Pilihan | Hari Jum'at adalah hari yang paling mulia dan paling agung. Sebaik-baik hari yang disinari Matahari. Allah SWT telah memerintahkan seluruh manusia untuk mengagungkannya, namun umat-umat sebelum kita meninggalkannya dan memilih hari selainnya.

Kemudian Allah mendatangkan kita dan menunjuki kita perihal hari tersebut. Maka dengan hari tersebut, Allah mengistimewakan umat ini. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam,

Berbangga di Dunia Dan di Akhirat


Materi Dakwah Pilihan | Seperti biasa, malam itu saya dan istri mampir di sebuah warung es kelapa di pinggir jalan. Di sana terlihat ada seorang pria tengah menikmati es kelapa. Sedangkan pemilik warung itu adalah sepasang suami-istri asal dari Medan Sumatera Utara, yang saya duga dari logat bicaranya. Kami berduapun kemudian memesan es kelapa.

Tak lama berselang, kemudian datang seorang bocah kecil berusia usianya sekitar tujuh tahun. Ia lalu mencium tangan pemilik warung itu, yang ternyata adalah orang tua si bocah tadi. Dari penampilan pakaiannya terlihat kalau bocah ini baru saja usai mengaji karena memakai baju koko dan peci.

Ternyata Salah, Bila Langsung Shalat Sunnah Sesudah Shalat Jum'at


Materi Dakwah Pilihan | Makruh dan dilarang menyambung shalat jum’at dengan shalat sunnah nafilah sesudahnya tanpa ada tenggang waktu setelah salam dari shalat Jum’at langsung berdiri shalat sunnah sehingga dia berpindah dari tempatnya atau berbicara terlebih dahulu.

Hal ini didasarkan pada hadits riwayat Muslim dari Umar bin ‘Atha, bahwa Nafi’ bin Jubair mengutusnya kepada Saaib bin Ukhti Namr untuk menanyakan tentang

Adakah Shalat Qabliyah Jum'at?


Materi Dakwah Pilihan | Pertanyaan:
"Ustadz!, sebenarnya ada siih...nggak shalat sunnah qabliyah Jum’at itu?, tolong jelaskan kepada kami karena di masjid kami, sebagian jamaah melakukan shalat qabliyah jum’at setelah adzan pertama, dan sebagian yang lain tidak melakukannya, mana yang benar menurut ustadz? 

Jawaban:
Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini. Sebagian mengatakan bahwa
About | Contact | Disclaimer | Privacy Policy
Copyright © 2020 Materi Dakwah Pilihan