Khutbah, Ada Seninya

JADILAH KHATIB YANG KREATIF DAN SIMPATIK

KHUTBAH, ADA SENINYA

Khutbah pada dasarnya mempunyai nilai-nilai keindahan dan kesenian, yang dalam khasanah kebudayaan Islam disebut fannul khitobah atau seni berpidato.Karena dilihat dfari segi isi bahasa dan tekhnikpenyampaiannya, khutbah dapat digolongkan sebagai bagaian dari seni retorika.

Bahwa khutbah itu ada seninya, jelas tak perlu diragukan lagi. Sebab, bukankah segala kegiatan yang mengandung ekspresi pribadi seseorang dan dapat merangsang rasa keindahan orang lain, sudah lazim disebut sebagai karya seni.

Dan dalam prakteknya, khutbah jelas mengekpresikan keindahan semacam itu. Yaitu ketika khutbah berlangsung, ekspresi pribadi sang khatib bisa terpancar sedemikian impresif, sehingga terasa khutbahnya dapat merangsang rasa keindahan para jamaah, sebagai wujud apresiasi dan kreasi sang khatib sendiri.

Karena khutbah ada kaitannya dengan seni berpidato, maka akan lebih baik kiranya bila seoprang khatib menguasai teori-teori seni berpidato, khususnya segi pengetahuan vocal, intonasi suara, dan seni akting atau penampilan. dan tentunya, untuk menguasai semua ketrampilan itu dibutuhkan adanya bakat seseorang.

Walaupun kenyataan dilapangan banyak terjadi; tanpa dukungan bakat yang istimewa pun, seseorang dapat menjadi khatib atau mubalig yang terkenal, asalkan ia rajin menambah pengetahuannya,ketrampilannya, dan memperbanyak pengalaman berbicara di depan umum. Hanya saja, bagi yang berbakat tentu akan lebih cepat, dan lebih punya peluang untuk meraih kesuksesan sebagai orator yang mahir berbicara di hadapan jamaahnya.

Oleh karena itu, seseorang tidak boleh begitu gampang mengukur tinggi rendahnya bakat sebagai penentu. Sebab, melalui usaha yang serius, dan terus menerus, bisa jadi, seorang khatib yang semula dinilai kurang berbakat, akhirnya berhasil menjadi khatib yang sangat menarik, dan banyak memperoleh simpati dari jamaah. Sebab, dari banyak pengalaman sudah terbukti, bahwa bukan bakat yang patut diandalkan oleh seorang khatib, melainkan semangat untuk mengembangkan diri, dan adanya motivasi serta dedikasi yang tinggi.



Berita terkait : Sosok Khatib Yang Ideal



PS: Jika antum suka atau merasa bahwa artikel ini bermanfaat, tolong di SHARE melalui tombol Social Media (Faacebook, Twitter, Google+, dan Pinterest) yang telah kami sediakan.
Tidak lupa, Antum juga bisa memberikan komentar atau pertanyaan seputar Materi Dakwah dibagian komentar berikut ini. Ana selalu menyempatkan untuk membaca setiap komentar dan menjawab pertanyaan yang masuk. 
Kedua hal tersebut, akan membantu ana, agar megetahui topik apa yang bermanfaat dan berguna bagi antum, sehingga ana bisa mencari lagi artikel yang berguna  lebih banyak lagi. Terima kasih :) 

0 komentar:

About | Contact | Disclaimer | Privacy Policy
Copyright © 2016 Materi Dakwah Pilihan