3 Orang Yang Pertama Masuk Neraka

Sebagai seorang muslim, kita tentu tidak ingin masuk ke dalam neraka, apalagi menjadi orang yang pertama-tama dimasukkan oleh...
Materi Dakwah Pilihan | Sebagai seorang muslim, kita tentu tidak ingin masuk ke dalam neraka, apalagi menjadi orang yang pertama-tama dimasukkan oleh Allah SWT kedalamnya. Maka dalam hal ini Rasulullah SAW sudah mengabarkan kepada kita, ada 3 golongan atau kelompok orang yang pertama-tama yang akan dimasukkan kedalam neraka. Beliau bersabda:

"Tiga orang yang pertama masuk neraka, yaitu pemimpin yang sewenang-wenang, orang yang mempunyai harta yang tidak membayar hak Allah dalam hartanya, dan orang fakir yang sombong."  (HR. Ahmad, Ha-kim, dan Baihaqi)

Maka berdasarkan hadits diatas ada tiga kelompok manusia atau golongan orang yang akan pertama-pertama dimasukkan kedalam neraka, diantaranya yaitu:

1. PEMIMPIN YANG SEWENANG-WENANG

 Keberadaan seorang pemimpin sangat dibutuhkan untuk mengurus dan mnelayani masyarakat yang dipimpinnya, oleh karena itulah kepemimimpinannya akan dimintai pertanggungjawababnnya kelak. Rasulullah SAW bersabda:

"Semua kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinannya." (HR. Bukhari Muslim)

2. ORANG YANG TIDAK MEMBAYAR ZAKAT

Kita sudah mengetahui bahwa zakat, infak, dan sedekah merupakan suatu keharusan atau kewajiban bagi setiap muslim terutama yang kaya, yang apabila dilaksanakanakan dapat membersihkan jiwa dan hartanya. Dalam hal ini Allah SWT berfirman:

"Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan mensucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketentraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui." ( Qs. At Taubah: 103)

3. ORANG FAKIR YANG SOMBONG

Iblis diusir dari surga lantaran kesombongannya. Jadi, siapapun yang berlaku sombong apakah itu orang yang kaya ataupun yang miskin tidak disenangi oleh Allah SWT. Bila orang kaya saja Allah sudah tidak menyenaginya untuk berlaku sombong, apalagi orang yang fakir atau miskin. 

Kesombongan membuatnya berlagak sebagaimana orang kaya yang membuatnya semakin sengsara, dia harus berbohong untuk menyatakan dirinya kaya dan dia pada akhirnya harus berhutang kesana-sini untuk menutupi kesombongannya agar tampak seperti orang kaya.   

0 komentar:

About | Contact | Disclaimer | Privacy Policy
Copyright © 2016 Materi Dakwah Pilihan