Mari Ajaklah Seluruh Keluarga Untuk Mengintip Malam Lailatul Qadr

Materi Dakwah Pilihan | "Amboi...!, Tidak terasa waktu begitu cepatnya  berlalu, kita telah berada di penghujung bulan Ramadhan. Kelelahan fisik yang mendera kita, sepertinya  sirna oleh semangat kita untuk memetik pahala Taqwa di bulan yang penuh dengan rahmat, maghfirah serta ampunan ini. Begitu cepatnya bulan suci
Ramadhan meninggalkan kita. "Ingatlah wahai Saudaraku..!, janganlah merasa pernah putus asa untuk menggapai puncak keutamaan di bulan "SERIBU BULAN" ini.

Setiap tetes keringat saudara yang jatuh, biaya yang telah dikeluarkan dan dibelanjakan, serta jerih payah yang telah kita upayakan demi berdiri tegaknya bulan suci Ramadhan di dalam keluarga kita, "Insha Allah... ia akan menjadi investasi kebajikan di hadapan Allah ‘Azza wa Jalla.

"Janganlah pernah menyerah dan kalah terhadap nafsu kita, wahai saudaraku...!. Pada saat kita malas berdoa dan berdzikir. Di saat kita dalam kondisi lesu dan segan untuk menegakkan malam-malam Ramadhan dengan kebajikan. Lawanlah rasa malas itu, enyahkan bisikan-bisikan mana yang akan meninabobokan semangat ibadah kita yang tengah menggebu-gebu di bulan Ramadhan. 

Maka, bersiap siagalah, jangan sampai “Si Malam Seribu Bulan” (Lailatul Qadr) datang, pada saat kita sedang lemah alias loyo dalam beribadah. Pada saat kita malas berdoa dan berdzikir. Di saat kita dalam kondisi lesu dan segan untuk menegakkan malam-malam Ramadhan dengan kebajikan. Ketika pikiran dan hati kita mulai gandrung pada kemilau dunia yang fana. "Astaghfirulloh….!"

"Marilah kita ajak seluruh anggota keluarga untuk berjaga, di “Malam keberkahan 1000 bulan” ini, yang menaburkan keselamatan sepanjang malam hingga fajar menjelang. Malam dimana malaikat Jibril turun ke langit dunia untuk membawa rahmat Allah bagi hamba-hambaNya yang tetap istiqomah dalam menegakkan malam-malam Ramadhannya. Malam untuk kita bisa “berjumpa” dengan Allah lebih dekat.

Alangkah baiknya, bila kita bisa mengumpulkan seluruh anggota keluarga kita, di malam-malam sepuluh hari terakhir ini dalam satu majelis dzikir dan do’a. Setidaknya, jika tidak bisa mengajak mereka seluruhnya i’tikaf di masjid, kita bisa berwukuf di rumah menegakkan malam-malam di penghujung bulan suci Ramadhan ini. Ajaklah seluruh anggota keluarga untuk melakukan muhasabah, berdzikir, bertaubat, dan berdo’a.

Malam sepuluh terakhir, adalah momentum yang paling kondusif untuk kita mengakui kekerdilan kita di hadapan Dzat Yang Maha Agung. Mengakui ketololan kita di hadapan Dzat Yang Maha ‘Alim dan Maha Bijaksana. Mengakui kelemahan kita di hadapan Yang Maha Gagah dan Maha Kuat. Mengakui kelalaian kita di hadapan Dzat Yang Selalu Waspada dan Tidak Pernah Lupa.

Inilah malam-malam ketikaa dibukanya pintu-pintu ampunan-Nya yang luas tidak terbatas. Menangislah sepuas-puasnya, seraya memohon kepada-Nya, agar dosa-dosa dan kelalaian kita di masa lalu Ia hapus. "Ya...!, inilah malam yang tepat untuk kita mengadukan segala kelemahan, persoalan hidup yang sulit kita cerna dan kita pecahkan. 

Kita mohonkan kepada Allah ‘Azza wa Jalla di malam seribu bulan ini, agar seluruh persoalan hidup dimudahkan-Nya. Agar anak-anak kita menjadi hamba-hamba-Nya yang ta’at, shaleh, shalehah, penyantun, dan lembut hatinya. Kita tundukkan diri serendah-rendahnya di hadapan Dzat Yang Maha Agung dan Maha Perkasa, seraya menengadahkan kedua tangan memohon semohon-mohonnya, supaya Dia tak pernah meninggalkan kita. Agar Dia selalu menjaga keutuhan dan keharmonisan keluarga kita.

"Ya Allah Robbul ‘Izzati...! janganlah Engkau tinggalkan kami walau cuma sekejap. "Berikanlah kami kekuatan dan hidayahMu agar kami mampu menghadapi setiap persoalan hidup dengan tegar, dan tetap istiqomah di atas jalan-Mu. "Jadikanlah anak-anak kami sebagai generasi pencinta Al Qur’an, generasi pencinta kebajikan, dan pemuda-pemudi yang memiiki rasa malu, menutup aurat mereka, serta selalu menjauhi zina.

"Ya Allah... Ya Rohman Ya Rohim...!, jauhkan anak-anak kami dari sifat pengecut, malas, penghambur-hambur harta. Jauhkan mereka ya Allah..!, dari pergaulan yang rusak. Hiasilah hati-hati kami dengan rasa rindu berjumpa dengan-Mu dan takut pada adzab-Mu yang pedih ya Allah.

"Ya Allah...! ya Jalaali wal Ikrom, kuatkan dan kokohkanlah sendi-sendi bangunan keluarga kami sekokoh-kokohnya. Hiasilah selalu rumah kami dengan rahmat, maghfiroh, dan ampunanMu. Jauhkanlah seluruh anggota keluarga kami dari sifat hasad, pemarah, dengki, khianat dan perpecahan.

"Ya Allah...! wafatkanlah kami sebaik-baiknya, tatkala kami telah menunaikan amanat keluarga ini hingga mencapai keridhoan-Mu. Hingga kami menghasilkan generasi yang Engkau cintai dan ridhoi. "Amien ya Allah, ya Robbal ‘alamien...

***

PS: Jika antum suka atau merasa bahwa artikel ini bermanfaat, tolong di SHARE melalui tombol Social Media (Faacebook, Twitter, Google+, dan Pinterest) yang telah kami sediakan. 
"Tidak lupa..!, Antum juga bisa memberikan komentar atau pertanyaan seputar Materi Dakwah dibagian komentar berikut ini. Ana selalu menyempatkan untuk membaca setiap komentar dan menjawab pertanyaan yang masuk. 
Kedua hal tersebut, akan membantu Ana, agar megetahui topik apa yang bermanfaat dan berguna bagi antum, sehingga Ana bisa mencari lagi artikel yang berguna  lebih banyak lagi. Terima kasih :) 


0 komentar:

About | Contact | Disclaimer | Privacy Policy
Copyright © 2017 Materi Dakwah Pilihan