Siapa Yang Patut menjadi Khatib...?"

Banyak faktor yang mempengaruhi perasaan seseorang sehingga ia belum merasa mampu, atau tidak pantas menjadi khatib. Biasanya bagi orang yang tidak memiliki basis pendidikan santri, akan kecil nyalinya karena merasa bukan ahlinya.Materi Dakwah Pilihan | Pertanyaan diatas dapat dijawab, bahwa setiap pribadi muslim dapat dibina menjadi khatib. dan sebenarnya, tidaklah sesulit yang dibayangkan, untuk seseorang bisa maju ke mimbar untuk berkhutbah. Bila seseorang mampu berbicara lancar, dapat dinilai itu sudah merupakan modal untuk menjadi khatib. 

Hanya, karena kedudukan khatib itu sama dengan mubaligh dan da’i,

maka ia harus menambah bekal pengetahuan agama Islam sampai menguasainya, agar fatwa dan nasihatnya tidak menyesatkan.

Dan yang lebih penting lagi, ia harus menyiapkan diri untuk menjadi orang  yang patut diteladani. Sebab, akhlak merupakan kunci kelayakan seseorang untuk tampil sebagai khatib, agar bakatnya berbicara itu bisa sepadan dengan amaliyahnya yang nyata dalam kehidupan sehari-harinya.

Disamping kedalaman ilmu agama dan keluhuran akhlaknya, seorang khatib harus memperhatikan kematangan jiwanya, dan harus selalu menambah pengalaman-pengalaman jiwanya. Selain itu, dari segi sosiologis, seorang khatib sebaiknya adalah seorang pemipin yang punya charisma, dan mempunyai status social terpandang di masyarakat.   
                        
Sebab pada galibnya, suatu ide, nasihat atau pesan yang disampaikan oleh seorang yang memiliki kedudukan dalam masyarakat, akan lebih mendapat perhatian, dan mudah dipatuhi oleh jamaah.

Jadi idealnya ialah, para khatib itu dipilih dari mereka yang alim dibidang agama, terutama fasih bacaan al-qur’an dan hadisnya, memiliki pengetahuan yang luas dan bijak pemikirannya, halus perasaannya dan peka kepedulian sosialnya, serta mempunyai pengaruh dan kedudukan di mata masyarakat luas.

Begitulah idealnya figur para khatib kite. Namun meskipun demikian, secara praktis sebetulnya menjadi khatib itu gampang, begitu kata seorang ustad yang sudah menekuni khutbah puluhan tahun. Bagi mereka yang sudah biasa berpidato atau ceramah, kata-kata itu ada benarnya. Tapi lain halnya bagi orang yang tidak mempunyai bakat berbicara didepan umum, apalagi tak pernah berdiri diatas podium. 

Bahkan, mereka yang sudah terbiasa berbicara di forum pun kadang menemui hambatan psikologis ketika diminta berkhutbah. Sebab keraguan secara mental Dan merasa dibebani tanggung jawab moral saat tampil sebagai khatib, sering kali dialami oleh banyak orang.

Banyak faktor yang mempengaruhi perasaan seseorang sehingga ia belum merasa mampu, atau tidak pantas menjadi khatib. Biasanya bagi orang yang tidak memiliki basis pendidikan santri, akan kecil nyalinya karena merasa bukan ahlinya.

Untuk mengatasi masalah ini kiranya umat islam perlu menyederhanakan gambaran-gambaran tentang figur seorang khatib. Kesempatan dan kemampuan berkhutbah sebenarnya bisa dimiliki oleh setiap orang, asalkan rukun khutbah dan kriteria sebagai seorang khatib dapat dipenuhi, meski belum sempurna sebagaimana idealnya.

Sebab, dengan kriteria yang sederhana akan memberi akan memberi peluang tampilnya kader-kader khatib dari berbagai ilmu, baqik dari basis pondok pesantren, dari perguruan tinggi agama ( iain ), maupun akademi-akademi umum. Dan juga akan memberi kesempatan kepada para tokoh, pemimpin atau pakar dari berbagi profesi, seperti tokoh masyarakat, kaum cendikiawan dan para ilmuwan untuk  bertindak sebagi khatib.

Hal ini amat penting, mengingat semakin transparannya, dunia informasi dan komunikasi sebagai dampak perkembangan sains dan teknologi modern ini, dimana untuk menjawab tantangan ini, sudah saatnya kita memanfaatkan fungsi khutbah seoptimal mungkin, dengan kesediaan kita menampilkan para khatib yang memiliki pengetahuan luas, sesuai bidang profesi dan spesialisasi bidangnya masing-masing.

Berita Terkait :   

PS: Jika antum suka atau merasa bahwa artikel ini bermanfaat, tolong di SHARE melalui tombol Social Media (Faacebook, Twitter, Google+, dan Pinterest) yang telah kami sediakan.
Tidak lupa!, Antum juga bisa memberikan komentar atau pertanyaan seputar Materi Dakwah dibagian komentar berikut ini. Ana selalu menyempatkan untuk membaca setiap komentar dan menjawab pertanyaan yang masuk. 
Kedua hal tersebut, akan membantu ana, agar megetahui topik apa yang bermanfaat dan berguna bagi antum, sehingga ana bisa mencari lagi artikel yang berguna  lebih banyak lagi. Terima kasih :) 

0 komentar:

About | Contact | Disclaimer | Privacy Policy
Copyright © 2016 Materi Dakwah Pilihan